Lidwina Ruthy's storyline. Catch me on Facebook&Twitter

24 March 2011

My Favorite Boy -part2

-a year later-
"Sha lo tugas TL ya! Ntar sama anak-anak yang lain, tanggal 20 Juni ya jam 9, pake batik. Ntar diomongin lagi" kata Evy kepada Rasha.
"Ok beres. Kabarin lagi tapi ya" balas Rasha.
Latihan demi latihan dijalani Rasha dan teman-temannya. Rasha benar-benar sudah melupakan masa lalunya saat bertemu Exa waktu itu. Menurutnya, mereka hanya akan menjadi teman yang asal 'tahu' dan Rasha hanya bisa memendam rasa kagumnya terhadap Exa.

Rasha datang jam 8 lewat, dia langsung menuju ke ruangan tempat teman-temannya berkumpul. Tiba-tiba...
"Woi! Apa kabar lo? Gak ada kabarnya nih haha" sapa cowok yang sangat tidak asing buat Rasha
"Eh.. Hehe baik kok baik, kok lo disini? Lagi libur? Apa bolos? Haha" balas Rasha. Cowok itu Exa, dia datang!!
"Eh ayo sini temenin gue nyari anak-anak yang lain!" lanjut Rasha sambil menarik tangan Exa.
Rasha berjalan bersama Exa dan seketika itu juga, semua mata tertuju kearah mereka seakan-akan mereka merasa ada yang janggal dari Rasha dan Exa.
Rasha berdiri di dekat pintu bersama Exa, tapi tiba-tiba Exa dipanggil oleh temannya dan dia harus pergi. Hopeless... Rasha kira dia tidak akan bisa bersama dengan Exa lagi. Ohya satu hal, Rasha dan Exa sudah saling mempunyai pasangan masing-masing.. Rasha dengan Ferdi, dan Exa dengan Anggi.
Ternyata Exa kembali ke sebelah Rasha dan mereka misa bersama-sama. Wow! Kata Rasha dalam hati, tidak percaya karna bisa sebegitu dekat dengan Exa, lelaki idaman para wanita! Sampai akhirnya ayah Rasha datang menghampiri mereka.
"Sst.. Gue gak dikenalin tuh ke om mertua?" Kata Exa yang mengejutkanku
"Hah? Haha aduh jadi malu. Apaan sih Sa!" Jawab Rasha sambil tersipu
"Yee serius!" Exa menghela nafas, "om om! Nih mantu om. Exa om" lanjut Exa sambil berbisik kepadaku.
Entah apa yang ada di pikiran Exa, dia begitu mengagumkan!
2 jam misa pun tidak terasa karna Rasha dan Exa terus bercanda dan hal yang paling diingat Rasha adalah, Exa menggandeng tangan Rasha saat bernyanyi! Jantung Rasha rasanya hampir copot! Dan setiap kalimat tentang 'suami-istri' yang keluar dari mulut pastur, Exa selalu menanggapi dengan berkata "tuh mah, dengerin" kata Exa kepada Rasha. Rasha hanya bisa tertawa kecil dan berkata dalam hati OhmyGod! He's just too cute! I wish we can be more than we are now hihi. Rasha dan Exa benar-benar 'buta' komunikasi, dalam artian, mereka hanya berkomunikasi melalui Facebook, Rasha tidak punya nomer hp Exa dan begitu juga sebaliknya.
"Sha nitip dompet and my other things dong. Bawa tas kan?" Kata Exa saat misa telah selesai
"Oh oke oke. Terus ntar kalo gue udah mau pulang gimana? Gue bawa nih? Haha" jawab Rasha
"Emm sini deh nomer hp lo berapa? Ntar gue sms"
Awww! He asked my number!!! This is my lucky chance! "Sini gue ketikin" Rasha pun mengambil hp Exa dan mulai memasukan nomor hpnya.. "Gue kesana dulu yaa" lanjut Rasha meninggalkan Exa

Mama...:p
sender: unknown

I know who is the sender! Exa! Saved!


Rasha pun pulang dengan harapan dapat bertemu lagi dengan Exa pada minggu-minggu berikutnya. Sampai malam, Rasha terus memikirkan kejadian-kejadian yang telah dilaluinya dengan Exa. Walaupun sederhana, namun terukir indah di hati Rasha.

Mama..gajadi ikut nge-PIM nih..:D
sender: Exa

Memang sepulang gereja, Exa mengajak Rasha ke PIM bersamanya.. Namun Rasha kira itu hanyalah bualan belaka. Penyesalan memang adanya di belakang...

Hey papah. Yah emang papah jadi ke PIM? Sama siapa aja?
status: Delivered

Exa dan Rasha pun jadi saling bertukar pesan singkat. Walaupun dalam waktu yang singkat, namun sangatlah membekas. Rasha makin mengharapkan pertemuan yang intens antara mereka berdua..
Tapi nyatanya, Exa jarang muncul di gereja dan mereka jadi jarang bertemu. Mungkin 20 Juni 2010 kemarin adalah hari kedua dan terakhir lagi menurut Rasha... masih ada part3, tungguin ya! :p